Postingan

Menampilkan postingan dengan label Air Mataku

Kesedihanku

Gambar
  Foto papiku dan wheyexku Rio foto by reno bp   kesedihanku.... ketika aku merasakan kehilangan cinta dari orang-orang yang pernah ada di hatiku...papiku Tee tjoen Liem dan wheyexku....nama sebutan untuk kakakku Rio Hertadian Plasada  dua orang yang sempat menghiasai relung hatiku... Ibuku dan aku sempat galaudan sedih berkepanjangan hingga kini entah sampai kapan.... rasanya kesedihan itu terus ada meski kami berdua merelakannya..... kami rela...rela ditinggal oleh orang-orang yang penuh kasih sayang..... mimpi tiada henti kerapkali mereka hadir ..... aku hanya...sedih dan selalu ,mengucapkan selamat jalan papiku dan wheyexku......selamat jalan....  

PSK Dolly

Gambar
  Foto by reno bp Pembaca budiman, Kali ini penulis mohon maaf karena ingin menulis puisi atau prosa tentang fenomena pelacuran di Dolly dan Jarak. Jutaan kali jeritan tangis pilu pelacur terdengar penulis dengan jelas. Kini penulis ungkapkan dengan goresan tulisan sesuai keadaan seperti dulu.  Dulu penulis hidup di Dolly dan Jarak selama 30 tahun. Jadi merekalah yang mencurahkan isi hatinya hingga yang terdalam, terperih, dan terluka selama menukni profesi pelacur. Terima kasih kawan, penulis menganggap pelacur adalah kawan, kawan sumber kehidupan karena dari berkat relasi dengan pelacur penulis bisa menjadi orang yang bisa berbagi banyak hal kepada sesama. puisi ini ditulis tahun 1999 - 2011 ketika penulis berprofesi jadi tukang parkir di Jarak 64 Surabaya. Penulis selalu menulis fakta benci rekayasa dan tidak mencari sensasi namun fokus memahami esensinya.

Air Mataku

Gambar
setitik air mata tak terthan menetes di pipi sekuat tenaga tak larut dalam derasnya keinginannya pelan namun pasti..lelehan itu mengucur pelan kami bahagia..suka cita di dunia ini menanti...melihat...saksi hidup atas kelahiran anak kami Regina La Via Plasada..nama anak kami kami berdua..kami sekeluarga suka cita menyambutnya lahir di dunia seperti kami...kami sebelumnya..... proses alami kehidupan manusia di dunia ini kelahiran selalu dinanti berlawanan dengan kematian sama-sama ditangisi....hanya beda suasana hati... kami bangga dengan anak kami seperti kami bangga dengan orang tua yang sama dengan kami impain akan anak tentu sama pula tidak ada orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi srigala bagi manusia lain kalaupun hal itu terjadi tentu ulahnya sendiri bukan kehendak orang tuanya