Pusi Cinta VI
J e r i t a n HaTi Luka mengangga penuh darah Tersayat pilu oleh kerasnya kehidupan malam Perih...pedih....tak tertahan ingin memuncrat keluar Ia terpendam dalam di sanubari Mendekam bagaikan di dalam sel penjara Penuh dengan penyesalan tiada ampunan Suara paruh mencoba menyeruak melalui bibir kering tanpa air Rintihan pilu menusuk-nusuk menambah lebar luka menganga di hati Air mata berjatuhan deras layaknya musim penghujan Membasahi hati yang terluka Bersuara lantang bagaikan gemuruh halilintar di siang bolong Ah......sungguh berat perjalanan ini Tak seorangpun jua yang mau mengerti apalagi memahami jeritan hati Luka terus bergelora panas tiada henti entah pagi, siang, dan malam Kepedihan jiwa-jiwa akan kasih sayang lenyap tersapu uang Siapa yang mau terus menerus menjadi budak belian Tak ada protes atau melawan Tak pernah menyuarakan isi hati Setiap hari mempertontonkan harga diri ke setiap pelanggan Memuaskan nafs...